Ciri-ciri Orang Autis

Autisme merupakan gangguan yang terjadi perkembangan otak seseorang. Gangguan ini bisa dilihat mulai anak masih kecil. Karakteristik yang tampak dari penderita adalah perkembangan interaksi dua arah, bahasa lisan yang diucapkan, dan perkembangan perilaku. Karakteristik penderita autisme dapat dijabarkan lebih lanjut. Namun hingga saat ini, jumlah penderita autis di Indonesia belum menemui jumlah yang akurat. Jumlah penderita autis hanya dijelaskan dengan skala dunia yakni sekitar 1 dari 100 anak.
Para ahli kemudian melakukan pengamatan terhadap penderita autis. Ada banyak faktor yang menyebabkan autisme bisa terjadi. Hasil pengamatan menjelaskan bahwa salah satu penyebab autisme adalah lingkungan mereka. Faktor yang menyebabkan autisme bisa terjadi, sebagai berikut:

Genetis

Faktor genetis keluarga merupakan faktor utama mengapa autisme bisa terjadi. National Institute of Health menyatakan bahwa keluarga berpotensi atau memiliki peluang memiliki anak yang menderita autis sekitar 1 – 20 kali besar. Faktor ini semakin diperkuat apabila pasangan keluarga adalah berasal dari usia orangtua yang sudah cukup tua untuk memiliki anak. Hipotesis menjelaskan jika kekuatan sperma akan semakin lemah apabila telah menua. Ini menyebabkan pembuahan dan hingga masa melahirkan, perkembangan anak terlahir tidak secara sempurna.

Lingkungan Ibu Sebelum Lahir

Faktor selanjutnya yang menyebabkan autisme bisa terjadi karena lingkungan sang ibu sebelum lahir. Saat ibu mengandung seorang bayi tentu saja ada yang ingin dilakukan. Ibu juga sering sekali memakan sesuatu yang mereka inginkan. Tak jarang keinginan yang tidak dipilah mana yang baik dikonsumsi atau makanan apa yang perlu dihindari sesaat. Tak jarang juga ibu kurang memperhatikan gizi yang terkadung di dalam makanan, sehingga gizi yang baik tidak tersalurkan dengan baik.

Anak autis berpontesi terjadi karena konsumsi obat-obatan. Obat-obatan ini berasal dari obat yang pernah ibu minum saat mengandung anak tersebut. Obat-obatan memiliki banyak kandungan yang sebenarnya baik untuk ibu, namun tidak baik bagi anak. Contohnya adalah obat Thalidomide. Thalidomide merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi mual saat ibu sedang hamil. Untuk sesaat obat tersebut memang baik untuk ibu-ibu yang sedang mual, namun ini menjadi dampak jangka panjang bagi bayi yang berkembang di rahim sang ibu.

Kesadaran Orangtua yang Terlambat

Kesadaran yang terlambat maksudnya pola asuh kepada sang buah hati. Ada beberapa orangtua yang memiliki sifat ketat, ada pula orangtua yang cukup leluasa dalam mengasuh anak. Menurut studi Leo Kanner mengungkapkan jika orangtua yang bersifat dingin akan memengaruhi pola asuh anak. Anak kecil sekitar 1 – 3 tahun masih dalam tahap meniru orangtua, apabila orangtua bersikap dingin maka sang anak tidak memiliki contoh untuk melakukan sesuatu sehingga perkembangan otak menjadi lamban.

Anak yang menderita autisme dapat hidup seperti orang normal apabila mendapat penanganan dan terapi yang tepat. Terapi tersebut bisa berupa mengajarkan anak berkomunikasi dengan baik. Terapi melalui obat juga sangat disarankan. Orangtua harus sabar dan ikhlas menjalankan ini semua demi masa depan buah hati kesayangan.